Filosofi ber-Kehidupan
January 16, 2009, 8:58 pm
Filed under: Artikel

sikap pragmatis dan keserakahan manusia, yg bisa jd ada pada diri kita hari ini, dimulai dari sikap kita memandang hidup!
ya, dalam banyak hal, kita diarahkan untuk memandang hidup secara fisiologis dan materialis! memang, sejatinya itulah sifat dasar,fitrah seorang manusia.
namun,
bukan seperti itulah seharusnya kita memandang hidup! cobalah untuk merubah bagaimana seharusnya hidup ini kita jalani!

Ambilah contoh sebuah roti!
Bagaimana roti itu dihargai? gimana sebuah produk ditentukan harganya?
Roti, bahan awalnya ialah gandum, yang kemudian dibuat menjadi tepung. Dan akhirnya roti yang enak itu bisa dinikmati.
Ilustrasinya seperti ini:

) 6.000
Gandum 6.000
) 4.000
Tepung 10.000
) 20.000
Roti ?????

Bagaimana kemudian roti itu ditentukan harga jualnya?

Biaya yang dikeluarkan dalam pengadaan gandum sebesar 6.000
Lalu gandum dibuat menjadi tepung, membutuhkan biaya 4.000. sehingga tepung pun berharga 10.000.
Dan saat tepung dibuat menjadi sebuah roti, membutuhkan biaya sebesar 20.000. maka, roti akan berharga sebesar 10.000 + 20.000 = 30.000!!
ya, roti tersebut ditentukan harga jualnya berdasarkan nilai tambah (value added) nya!

Sebenarnya analogi di atas sangat sederhana! bahkan terlalu sederhana.
Tapi itulah keistimewaan penciptaan ini. terlalu banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dan hikmah bagi kehidupan manusia.

Begitu pula pada diri kita semua, sebagai seorang manusia..

Jika ku tanyakan,
seberapa mahalkah harga dari dirimu??
atau lebih tepatnya,

Bagaimana kita sebagai manusia dipandang dan dihargai oleh orang lain??
ya, bagaimana seseorang itu dinilai oleh orang lain?
Bukan berarti ingin diperhatikan, pamrih, gila hormat, dan lain sebagainya..
namun,
seberapa unggulkah dirimu?
seberapa sukseskah?
dan bagaimana sebenarnya kompetensi dan kemamupuanmu?

Itu semua dapatlah terjawab..
dari sebesar dan setinggi nilai tambah(value added) yang kau miliki!

sehingga kemudian menjadi sangat jelas,
ukuran dari Kebesaran,
Keunggulan,
dan Kesuksesan seseorang,
akan dapat dinilai berdasarkan
Kontribusi dan Aktualisasi dirinya!


bukan dari ukuran dan jumlah materi yang kita miliki,
karena materi tak dapat berbicara nyata,
materi hanya bersifat sementara,
dan materi jelas membuat tak satupun manusia puas memilikinya..

sedangkan perbuatan akan mencerminkan perilaku dan kepribadian seseorang.
perbuatan,kontribusi,aktualisasi diri
yang kemudian menjadi
nilai tambah,
ialah bukti nyata dan konkrit dari siapa sebenarnya dirimu..
se-manusia apakah dirimu..
dan seberapa sukses dan besarnya dirimu..

salah satu sumbangsih dari pragmatisnya manusia saat ini, bisa jadi dimulai dari teori-teori yang diciptakan entah itu sengaja atau tidak, untuk melemahkan manusia sendiri..
gw gk mengatakan teori itu salah,
namun qt perlu merubah cara pandangnya!
dalam ilmu Manajemen yg gw pelajari di kampus, mungkin nak2 psikologi jg pd dapet..
teori yg dikemukakan oleh Maslow,
disebut Teori Hirarki Kebutuhan..

Bertahan Hidup (fisiologis)
I
Rasa Aman
I
Bersosialisasi (kasih sayang)
I
Harga Diri
I
Aktualisasi Diri

ya, seperti itulah teorinya. Hidup dimulai dari kebutuhan fisiologis atau dalam kaitannya dengan bertahan hidup, kemudian dapat memiliki rasa aman, bersosialisasi, harga diri, dan pada akhirnya barulah saatnya untuk mengaktualisasikan diri!

Memang, hal tersebut memang menggambarkan bagaimana potret manusia sebenarnya.
Dimulai dari kebutuhan materi terlebih dahulu, barulah kemudian dapat menghasilkan sesuatu dan bermanfaat untuk sekitarnya..

Baik kah jika kita berpandangan demikian??
Jelas,
Teori tersebut akan sangat bijak dan dapat menyelesaikan solusi permasalahan manusia jika kita coba lihat dengan persfektif lain,
Baliklah teori tersebut!!

Aktualisasi Diri
I
Harga Diri
I
Bersosialisasi (kasih sayang)
I
Rasa Aman
I
Bertahan Hidup (fisiologis)

Hidup dimulai dari bagaimana kita bisa mengaktualisasikan diri kita!
Kemudian secara otomatis harga diri akan kita peroleh, tentu saja kita akan dapat bersosialisasi dengan baik dalam sebuah komunitas, rasa aman akan kita dapatkan dari hubungan sosialisasi dan dukungan orang disekitar kita, dan kemudian kebutuhan fisiologis kita akan serta merta terpenuhi karena kita telah memposisikan diri menjadi pribadi yang unggul dan dipandang baik oleh sekitar kita!

Hal tersebut diasumsikan kebutuhan dasar(makan, pakaian, tempat tinggal) lainnya sudah kita penuhi. Dengan tanpa perlu standar tinggi.
Karena memang tembakan dari pemikiran ini ialah orang yang secara kebutuhan dasar telah terpenuhi, dan jika berbicara kita, hal tersebut memang tak bermasalah!
dan jika sasarannya adalah masyarakat secara umum, secara mayoritas kebutuhan dasar tersebut juga sudahlah terpenuhi.
Kita tak berbicara jumlah dan sebesara besarkah itu terpenuhi. karena, dengan sudah adanya kata terpenuhi, maka hal tersebut pada dasarnya terselesaikan.

Dengan beralih pada pandangan Aktualisasi Diri terlebih dahulu,
maka semangat kita,
dalam melakukan hal apapun,
aktivitas,
bekerja, dalam hal apapun, setiap profesi kita,
dan sebagainya

maka kita tak akan berorientasi pada kebutuhan materi!
yang memang tak ada batas kepuasannya!

Berpandangan dengan beraktualisasi diri terlebih dahulu,
akan menghasilkan hasil dan imbalan yang terbalaskan..
Kerja dan kontribusi kita pasti akan berujung pada terpenuhinya kebutuhan materi maupun fisiologis kita!
Kita akan dihargai dan dipandang sesuai dengan kebermanfaatan dan kontribusi diri kita!

Itulah kemudian disebut sebagai

Keikhlasan..

Dalam segala halnya..
Ikhlas..ilmu yang begitu sulit,
namun berimplikasi dan bermanfaat begitu besarnya..

merubah paradigma diri kita,
untuk berpandangan aktualitatif dan berkarakter kontrbutif..
merupakan usaha nyata untuk merubah tatanan masyarakat kita

Dimulai dari dalam diri kita sendiri..
Menuju masyarakat yang sadar dan berharap akan kemajuan bangsanya..

Dan permasalahan krusial bangsa ini,
Tatanan sosial moral yang terus terdegradasi,
akan sedikit demi sedikit membaik..

Pondasi dan langkah awal membentuk tatanan kehidupan dimulai dari setiap subjek kehidupan itu sendiri..
manusia…

karena

Hidup diciptakan hanyalah sementara..

Hidup tak pernah berarti untuk ketidakbermanfaatan..

dan

Hidup sejatinya ialah investasi hari kemudian…




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.